Sandi Bohong Lagi Karawang Menggugat

MURKA,!! MUSPIDA KARAWANG TAK TERIMA Sandi Bohong Lagi, Karawang Menggugat

Download Dengan Cepat

Name:MURKA,!! MUSPIDA KARAWANG TAK TERIMA Sandi Bohong Lagi, Karawang Menggugat
Genre:Unknown
Date:19 January 2019
Duration:00:08:23
View:508K
Like:4.7K
Dis Like:373
Type:Youtube to Mp3
Bitrate:128kbps
User:Juru Bicara TV
Source:Youtube

https://seword.com/politik/sandi-bohong-lagi-karawang-menggugat-JNIV_7WyY

Pada debat capres-cawapres 17 Januari 2019 dengan tema hukum, HAM dan pemberantasan korupsi, Sandi mengklaim bahwa hukum tumpul ke atas tajam ke bawah serta terkesan berpihak. Berpihak maksudnya hukum hanya menyasar pihak-pihak yang bertentangan dengan kekuasaan.

Sandiaga lalu mencontohkan nelayan di Karawang bernama Najib. Najib mengalami persekusi karena mengambil mangrove dan menguruk pasir. Menurut Sandi kasus itu tidak diperhatikan karena kecil. Sementara kasus-kasus besar langsung diperhatikan.



”Pak Najib, nelayan Pasir Putih, Cimalaya, Karawang, mengambil pasir mengambil mangrove. Namun, dipersekusi. Kasus besar naik, tapi kasus wong cilik dibiarkan.” (Sandiaga, Baskomnews)

Dianggap mengkhawatirkan, segenap Muspida Karawang mengadakan klarifikasi. Mulai dari Bupati, Ketua DPRD, Kapolres, Perwakilan Dandim, Perwakilan Kejaksaan Negeri, sampai perwakilan Pengadilan Negeri Karawang langsung mengadakan konferensi pers. Di bawah ini akan saya sertakan pernyataan resmi mereka. Harap dibaca dengan baik dan dipahami agar tidak seperti Sandiaga asal caplok tuh berita yang penting bisa digunakan menyerang lawan politik tanpa mempertimbangkan benar atau tidaknya berita.

Menurut Ketua DPRD Karawang, H. Toto Suripto:

”Perlu saya sampaikan pada kesempatan yang berbahagia ini, saya baru pulang dari Pasir Putih, saya konfirmasi langsung Reskrim Cilamaya. Saya mendapatkan penjelasan dari reskrim di sana bahwa yang sebenarnya yang disampaikan Pak Sandi (Cawapres Sandiaga Uno) tidak benar.

Saya langsung ke kantor Kecamatan Cilmaya Kulon, saya sampaikan beritanya. Kemudian saya langsung ke desa yang bersangkutan, bahwa di sana kades menyampaikan kepada saya jika yang bersangkutan (nelayan Najib, red) sudah beberapa kali dinasihati, baik oleh kepala desa maupun Ormas. Jangan sampai mengulang kembali perbuatan-perbuatannya untuk menebang pohon mangrove dan mengambil pasir yang dikhawatirkan nanti akan terjadi abrasi. Itu yang dapat saya sampaikan hasil dari hasil investigasi. Saya selaku Ketua DPRD merasa sedih ketika ada debat capres ada yang seolah-olah Karawang ini tidak ada pemerintahan”* (H. Toto Suripto, Baskomnews)

Nah loh… Berarti Sandiaga sedang membela pelanggar hokum nih. Masakan cawapres malah mendukung pelanggar aturan?

Kapolres Karawang AKBP Slamet Waloya:

*”Terkait Saudara Hendi yang disebutkan telah persekusi dan kriminalisasi dalam persoalan tersebut secara singkat bisa kita jelaskan fakta hukumnya sebagai berikut. Pertama, ada dua kejadian hukum yang dilaporkan ke Polres Karawang dan Polsek Cilamaya.”

“Pertama laporan ke Polsek Cilamaya dengan Pelapor saudara Najib, kedua laporan di Polres Karawang. Pertama, laporan yang di Polsek Cilamaya yaitu soal kejadian penganiayaan terhadap saudara Najib, yang kemudian dilakukan proses penyelidikan dan penyidikan secara profesional dan proporsional, sehingga dilakukan proses penyelidikan. Kemudian Polsek Cilamaya menetapkan tersangka bernama SH sebagai pelaku penganiayaan ringan yang korbannya saudara Najib.*

Kronologis singkatnya, saudara Najib menebang pohon mangrove dan mengambil pasir yang berada di sekitar pantai. Dengan alasan pasirnya digunakan untuk menguruk halaman rumahnya. Sebagaimana yang disampaikan Ketua DPRD tadi, sebelumnya yang bersangkutan sudah membuat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya lagi. Tapi yang bersangkutan mengulangi perbuatannya kembali. Sehingga saat itu SH menegur dan terjadi cekcok, terjadilah penganiayaan. Dan itulah yang kita proses pidana dengan korban Najib.

Berdasarkan proses penyelidikan dan visum, bahwa pidana yang dilanggar adalah pasal 352 atau penganiayaan ringan. Saat ini proses pemberkasannya sedang berlangsung dan diperkirakan minggu depan kita akan mengirim berkasnya ke Kejaksaan Karawang untuk diproses selanjutnya,” timpal Kapolres.

Kedua, perkara yang dilaporkan ke Polres Karawang adalah dugaan tindak pidana penambangan pasir tanpa izin dan dugaan pengrusakan ekosistem laut dengan pelapor Wawan Setiawan (seorang PNS) dan terlapornya saudara Najib. Kasus ini dilaporkan Oktober 2018 dan saat ini dalam proses penyelidikan

Karena Undang-undang yang ditetapkan adalah UU No. 27 tahun 2007 tentang pengelolaan wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil, kita lakukan penyelidikan dengan interogasi dan pengumpulan keterangan terhadap saksi-saksi dengan perkara tersebut.

#JOKOWILAGI #SANDIHOAXNAJIB


Share on Facebook
Share on Twitter
Share on Google+

Related Posts: